BULETIN DISEASE XXVI

Download Buldis here CANDIDIASIS

CANDIDIASIS KUTAN DAN MUKOKUTAN

BULETIN DISEASE EDISI  XXVI

22 JUNI 2017 – 22 JULI 2017

PENGERTIAN

Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur dari genus Candida. Infeksi kandida dapat terjadi pada sebagian besar tubuh antara lain mulut, tenggorokan, kulit, kepala, vagina, jari-jari tangan, kuku, saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan mungkin menjadi infeksi sistemik seperti septikemia, endokarditis dan meningitis [1]

EPIDEMIOLOGI

Candidiasis dapat ditemukan di seluruh dunia dengan sedikit perbedaan variasi penyakit, misalnya kandidiasis interdigitalis lebih sering terdapat di daerah tropis, sedangkan kandidiasis kuku atau onikomikosis kandida umumnya terdapat di daerah beriklim dingin [1]

Insiden penyakit sama pada pria dan wanita. Penyakit dapat mengenai semua usia namun kejadian meningkat pada bayi dan orang tua. Kandidiasis oral dapat ditemukan pada 5% bayi dan pada 10% orang tua. Kandidiasis superficial dan sistemik dapat ditemukan pada pasien imunokompromais, atau mengalami perawatan lama di rumah sakit, dan riwayat penggunaan antibiotik. Onikomikosis kandida jarang terjadi, yaitu sekitar 15%. Penyakit lainnya adalah kandidiasis vulvovaginalis (KVV) [1]

Angka kejadiannya sekitar 5-15%, terutama pada wanita usia reproduktif aktif. Sebanyak 75% wanita pernah terkena penyakit ini setidaknya sekali dalam sehidupnya [1]

ETIOLOGI

Candidiasis disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans [1]

PATOGENESIS

Faktor-faktor yang berperan dalam patogenesis kandidiasis adalah virulensi jamur, enzim dan toksin, daya pelekatan, fase misilium / ragi, dan faktor lainnya.

  1. Virulensi jamur

Candida albicans merupakan organisme paling patogen dibandingkan dengan beberapa spesies Candida lainnya. Perubahan dimorfik jamur merupakan salah satu sifat yang berhubungan dengan virulensi [1]

  1. Enzim dan Toksin

Produksi proteinase oleh Candida albicans galur tertentu dapat mempengaruhi patogenisitas. Galur yang tidak memproduksi proteinase bersifat kurang virulen. Sekitar 73% C. Albicans menghasilkan enzim hialuronidase, kondroitinsulfatase, fosfolipase, dan proteinase. Fosfolipase akan menghidrolisis fosfolipid membran sel epitel, sedangkan protease dan enzim lain bersifat keratolitik sehingga memudahkan penetrasi Candida ke dalam epidermis [1]

  1. Kemampuan Adhesi

Tahap awal kandidiasis kutan dan mukokutan didahului oleh perlekatan Candida pada sel epitel akibat interaksi antara glikoprotein di permukaan Candida dengan sel epitel [1]

  1. Faktor Lain

Candida albicans dapat menghasilkan melanin yang diketahui sebagai faktor pertahanan terhadap respon imun inang [1]

GEJALA KLINIS

KANDIDIASIS KUTIS

  1. Kandidiasis Intertriginosa

Lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, glans penis, dan umbilkus berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan eritematosa. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustule-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosif [2]

  1. Kandidiasis Granulomatosa

Penyakit ini sering menyerang anak-anak, lesi berupa papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna kuning kecoklatan dan melekat erat pada dasarnya. Krusta ini dapat menimbul seperti tanduk sepanjang 2 cm, lokalisasinya sering terdapat di muka, kepala, kuku, badan, dan tungkai [2]

KANDIDIASIS MUKOKUTAN

  1. Kandidiasis pada mulut (Thrush)

Biasanya mengenai bayi, tampak pseudomembran putih coklat muda kelabu yang menutup  lidah, palatum mole, pipi bagian dalam,  dan permukaan rongga mulut yang lain. Lesi dapat terpisah-pisah dan tampak seperti kepala susu pada rongga mulut. Bila pseudomembran terlepas dari dasarnya tampak daerah yang basah dan merah [2]

  1. Vulvovaginitis

Biasanya sering terdapat pada penderita diabetes mellitus karena kadar gula darah dan urin yang tinggi dan pada wanita hamil karena penimbunan glikogen dalam epitel vagina. Keluhan utama ialah gatal di daerah vulva. Pada kasus berat,terdapat pula rasa panas, nyeri sesudah miksi, dan dispaneuria [2]

PROGNOSIS

Prognosis penyakit ini bergantung pada faktor predisposisi dan  keparahan penyakit. Candidiasis interdigitalis dengan faktor predisposisi saling berkontak dengan air, dapat sembuh spontan hanya dengan menghindari faktor predisposisi. Candidiasis cutis generalisata sering resisten terhadap pengobatan [1]

PENATALAKSANAAN

Saat ini terapi terhadap penderita kandidiasis umumnya masih mengandalkan antibiotik yang diaplikasikan per oral atau topikal. Kandidiasis Vulvovaginalis (KV) umumnya diterapi dengan metronidazol, itrakonazol dan flukonazol (golongan azol) atau nistatin (golongan polien) sebagai Evidence Based Medicine (terapi dengan bukti ilmiah) yang dianjurkan oleh tenaga medis di Indonesia pada penderita kandidiasis. Pendekatan lain untuk terapi KV yang mulai banyak dipelajari adalah pemanfaatan Pendekatan lain untuk terapi KV yang mulai banyak dipelajari adalah pemanfaatan probiotik [1]

Probiotik merupakan mikroba yang bermanfaat dapat memperbaiki keseimbangan mikrobial pada tubuh manusia. Probiotik dapat membantu mengurangi infeksi kandidiasis sebagai upaya pencegahan atau pengobatan yang bersinergi dengan pemanfaatan antibiotik [1]

PENCEGAHAN

Tindakan pencegahan yang paling penting adalah menghindari terganggunya keseimbangan normal flora mikroba dan pertahanan pejamu yang utuh. Kandidiasis tidak menular karena hamper semua orang normalnya merupakan habitat organisme ini [3]

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dermatomikosis Superfisialis Pedoman untuk Dokter dan Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : FKUI ; 2013
  2. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : FKUI ; 2011
  3. Brooks, GF, et al. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : EGC ; 2014

#PENDPROHMPD
#KITABISA
#HMPD GEMILANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *